Jumat, 18 Agustus 2017/25 Zulqaidah 1438 H|12:37 WIB
Anda berada di: Artikel
Banner Atas

Artikel

Rohana Kuddus, Wartawati Pertama Indonesia dan Guru Termuda

Oleh: Raflis Chaniago
Rabu, 06 Februari 2013
Rohana Kuddus, Wartawati Pertama Indonesia dan Guru Termuda

( ROHANA KUDUS )

Tanggal 9 Februari adalah hari Pers Nasional. Salah seorang tokoh Pers Nasional yang pantas kita kenang adalah Rohana Kuddus. Dia sudah diangkat menjadi salah seorang Pahlawan Nasional.  

Walau Rohana Kuddus seorang pahlawan nasional,  masih banyak teman-teman penulis yang belum mengenal dia. Ini terbukti ketika penulis memperlihatkan buku “Rohana Kuddus” karya Fitriyanti kepada mereka. Ada di antara mereka  yang mengira bahwa Rohana Kuddus adalah orang Jawa. Ada pula yang bertanya,”Siapa itu? Kristen, ya?  Mereka mengira Rohana Kuddus seorang Kristen karena ada kata “Kuddus” di belakang namanya. Yang  mengira Rohana Kuddus orang Jawa disebabkan karena wajahnya  dalam gambar sampul buku yang penulis perlihatkan itu mirip dengan R.A. Kartini.

Nama kecil Rohana Kuddus adalah Sitti Rohana, lahir di Koto Gadang, Bukittinggi tanggal 20 Desember 1884 dan meninggal di Jakarta (di rumah anaknya ) tanggal 17 Agustus 1972 dalam usia 88 tahun. Pada tahun 1908 dia menikah dengan seorang aktivis partai politik, Abdul Kuddus gelar Pamuncak Sutan, putra Sutan Dinagari, Laras Hofd Koto. Karena nama suami Abdul Kuddus, maka namanya  berubah menjadi Rohana Kuddus.

Ketika berusia 6 tahun, Rohana tinggal bersama orang tuanya  di Alahan Panjang. Di sebelah rumahnya tinggal seorang jaksa. Jaksa itu sangat sayang kepadanya sehingga Rohana diajarnya menulis dan membaca.

Setelah pindah ke Simpang Tonang, Pasaman, dalam usia delapan tahun, Rohana menjadi guru bagi teman-temannya. Hal itu berawal dari kebiasaannya memabaca di langkan  rumahnya dengan suara keras. Kebiasaannya itu menarik perhatian teman-teman sebayanya. Kalau Rohana sudah terdengar membaca, teman-temannya itu sudah berkumpul di bawah rumah mendengarkan. Akhirnya Rohana, mengajak mereka naik ke rumah untuk mendengarkan bacaan yang dia baca. Tetapi, lama kelamaan teman-temannya meminta agar Rohana mengajar mereka membaca dan menulis. Maka jadilah Rohana sebagai guru mereka.

 Dalam usia 17 tahun,  setelah ibunya meninggal ( ibunya meninggal  tahun 1897) dan ayahnya dimutasi ke Medan, Rohana memutuskan untuk menetap di desa kelahirannya, Koto Gadang.

Semenjak menetap di Koto Gadang itu, pengalaman mengajarnya semasa kecil di Simpang Tonang selalu menari-nari di kepalanya. Akhirnya dia ingin kembali menjadi guru. Kamar-kamar rumah gadangnya yang tidak berpenghuni lagi disulapnya menjadi ruang kelas. Berkat kegigihannya, akhirnya dia mendirikan  perkumpulan Kerajinan Amai Setia (KAS) DI Koto Gadang pada tanggal 11 Februari 1911. Lama-kelamaan KAS diresmikan  menjadi Sekolah KAS.

Kepiawaian Rohana tidak hanya sebatas sebagai guru, tetapi juga di bidang tulis-menulis di surat kabar.Tulisannya bermacam-macam mulai dari surat, artikel, sampai puisi. Kegiatan  itu sendiri diawalinya dengan mengirim surat kepada pemimpin redaksi surat kabar Utusan Melajoe di Padang, Soetan Mahradja. Setelah mengirim surat itu, Rohana dikunjungi langsung oleh Soetan Mahradja di Koto Gadang untuk menanyakan apa maksud surat Rohana yang sesungguhnya. Waktu itu Rohana menjelaskan bahwa dia ingin menulis di surat kabar, namun bukan hanya sekadar menulis tetapi juga ingin memimpin surat kabar sendiri.      

          Keinginan wanita itu diwujudkan Soetan Mahradja dengan berdirinya surat kabar Soenting Melaju di Padang pada tanggal 10 Juli 1912. Pemimpin redaksinya adalah Rohana sendiri. Tetapi dia tidak pindah ke Padang, melainkan memimpin surat kabarnya itu langsung dari Koto Gadang karena pekerjaannya sebagai guru di desa kelahirannya itu tidak bisa ditinggalkan. Semenjak itu jadilah Rohana sebagai wartawan di samping menjadi guru. Dialah wartawan wanita Indonesia yang pertama. 

Share on:

Komentar

warga sma 1 painan
salido
Minggu
10 Februari 2013 | 23:58:00 WIB
kami warga SMAN 1 PAINAN, mendukung kreatifitas pak Raflis.... semoga jejaknya ditiru oleh anak2 disini... sukses Pak (^^)/ 

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar