Selasa, 24 Oktober 2017/3 Safar 1439 H|09:20 WIB
Anda berada di: Artikel
Banner Atas

Artikel

Mengajarkan konsep berbagi dalam Ibadah Korban.

Oleh: M JONI, SH
Senin, 04 September 2017

Painan, September 2017- Setiap umat muslim sudah pasti akan mengenang peristiwa nabi Ibrahim rela mengorbankan putra kesayangannya Ismail atas perintah Allah,kemudian digantikan oleh Nya dengan seekor domba,maka  peristiwa tersebut diperingati pada setiap 10 Dzulhijah, seluruh umat islam memperingati hari raya Idul Adha( hari raya kurban) di berbagai daerah .

Bupati Pesisir Selatan H Hendrajoni  pada pelaksanaan Idul Adha di lapangan Hijau H Ilyas Yaqub,Jumat(1/9) mengajak umat muslim agar selalu menumbuhkan semangat berqurban, kemudian diemplementasikan di dalam kehidupan, kegiatan syolat idul Adha tersebut diikuti ribuan masyarakat daerah maupun para perantau, kemudian Forkofinda Pessel, kepala OPD Pessel dan lainnya.

Menurutnya,Idul Adha selalu memberikan makna bagi setiap umat Islam, karena Idul Adha memiliki misi kemanusiaan yang bersifat universal, setiap umat muslim dari berbagai kalangan melaksanakan syolat id secara bersama seperti, ketika merayakan Idul Fitri, kemudian setelah syolat dilakukan penyembelihan hewan kurban, baik secara individu maupun berkelompok, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyemblih domba sebagai pengganti putranya.

Hari Raya idul Adha dilaksanakan setelah 70 hari  hari raya Idul Fitri, kaum muslimin dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu,peristiwa pengorbanan nabi ibrahim menyembelih  putranya ismail memberikan kesan yang mendalam bagi umat muslim, penantian yang panjang Nabi Ibrahim menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun, ternyata diuji oleh  Tuhan untuk menyembelih putranya sendiri, namun karena didasari ketakwaan yang kuat, perintah Tuhanpun dilaksanakan. Dan pada akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan seekor domba. al Quran surat al Shaffat ayat 102-109.

Sebagaimana arti kata qurban yang bermakna qarib atau dekat kepada Allah, maka hakikat kurban adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Karena itu, makna qurban dalam pengertian Islam adalah bentuk pendekatan diri kita kepada Allah melalui lantaran hewan ternak yang dikurbankan atau disembelih.

Dengan begitu, kita merelakan sebagian harta kita yang sebetulnya milik Allah untuk orang lain. Ini menjadi bagian dari ketaatan kita kepada Allah. Syaratnya, dalam qurban kita harus benar-benar untuk mencari ridha Allah dilaksanakan dengan ikhlas, bukan untuk yang lain. Inilah hakikat qurban dalam Islam yang sebenarnya kita harus kembali kepada tujuan hidup, yaitu beribadah kepada Allah. karena manusia dan jin tidaklah diciptakan, kecuali untuk beribadah kepada Nya

Melalui Qurban, setiap umat muslim  diajarkan untuk senantiasa saling berbagi sesama muslim yang lain, terutama kepada mereka yang kurang mampu, maka  dengan berqurban, keikhlasan hati manusia akan diuji, terlebih diuji dari sifat yang tamak dan berlebih-lebihan, kemudian berqurban akan mengajarkan peduli sesama dan saling merasakan nikmat yang serupa ,apalagi harta yang ada  merupakan titipan  sang pencipta agar dimanfaatkan secara baik.

 

 

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar