Jumat, 23 Juni 2017/28 Ramadhan 1438 H|08:45 WIB
Anda berada di: Berita
Banner Atas

Berita

Pemudik Diminta Waspada, Jalur Lintas Barat Pessel Rawan Longsor

Painan, Padek--Sama dengan tahun sebelumnya, arus mudik lebaran pada H-7 di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), juga sudah mulai terlihat. Karena kondisi cuaca yang tidak menentu dan sering hujan, maka kepada para pemudik yang melintasi jalan nasional lintas barat daerah itu, diminta waspada.

Imbauan agar meningkatkan kewaspadaan itu perlu dilakukan mengingat Pessel salah satu daerah rawan bencana longsor.

Selain itu, dibeberapa titik ruas jalanya juga memiliki tikungan dan tanjakan yang cukup tajam. Dari itu kewaspadaan perlu ditingkatkan oleh para pemudik ketika melintas.  

Wakil Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar mengatakan kepada Padang Ekspres kemarin (18/6) bahwa arus mudik lebaran sudah mulai terlihat pada H-7 di daerah itu. Tapi kepadatanya belum begitu terlihat, walau demikian kehati-hatian dan kewaspadaan perlu ditingkatkan.

" Para pemudik pada lebaran tahun ini, juga diminta kewaspadaan dan kehati-hatianya, sebab disamping tidak menentunya kondisi cuaca, beberapa titik ruas jalan di Pessel juga rawan longsor," katanya.

Dijelaskanya bahwa kondisi yang cukup rawan itu terlihat pada ruas jalan Pessel-Kerinci, tepatnya antara pasar Tapan Kecamatan Basa IV Balai Tapan dengan Kerinci Provinsi Jambi.

" Pada ruas jalan pasar Tapan-Kerinci yang menghubungkan Sumbar dengan Jambi ini, terdapat sekitar tujuh (7) titik rawan longsor. Selain itu jalanya juga sempit dan memiliki tikungan yang tajam. Agar ancaman sebagai mana dikuatirkan itu tidak terjadi, sehingga pemerintah daerah mensiagakan satu unit alat berat di kawasan itu. Tujuanya agar penanganan bisa cepat dilakukan, terutama bila ancaman bencana seperti longsor itu betul-betul terjadi," terangnya.

Dikatakanya bahwa keselamatan merupakan hal utama yang perlu diperhatikan, makanya informasi beberapa titik rawan perlu diingatkan kepada masyarakat pemudik.

Kepala dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU Pera) Pessel, Era Sukma Munaf ketika dihubungi Padang Ekspres kemaren (18/6) menjelaskan bahwa panjang ruas jalan Tapan-Kerinci yang tergolong rawan longsor itu mencapai 60 kilometer.

" Pada ruas jalan mencapai 60 kilometer itu, kewenangannya ada pada dua provinsi, yakni Sumbar dan Jambi. Tujuanya agar kenyamanan dan keselamatan warga yang memanfaatkan jalur ini tercapai. Koordinasi dengan pihak provinsipun kita lakukan," katanya," ungkapnya.

Ditambahkanya bahwa kondisi yang juga tergolong rawan terdapat di ruas Siguntur Kecamatan Koto XI Tarusan hingga batas Pessel dengan Kota Padang.

" Demikian juga pada ruas jalan Selayang Pandang Luhung Kecamatan Bayang, ruas Batu Tembak  RCTI Kecamatan IV Jurai, dan ruas Bukit Pulai Kecamatan Batangkapas. Pada ruas yang saya jelaskan tadi memiliki potensi longsor. Sebab berada sepanjang lereng bukit. Termasuk juga pada ruas Bukit Punai Balaiselasa, dan bukit Buati di Kecamatan Basa IV Balai Tapan," terangnya.

Diungkapkanya bahwa pada beberapa titik yang rawan itu, pihaknya mengsiagakan satu unit alat berat beserta petugas (05).

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar