Senin, 23 Oktober 2017/2 Safar 1439 H|12:05 WIB
Anda berada di: Berita
Banner Atas

Berita

Masyarakat Ampuan Lumpo kecamatan IV Jurai Pessel gelar kegiatan tolak bala

Masyarakat Ampuan  Lumpo kecamatan IV Jurai Pessel gelar kegiatan tolak bala

Usai panen padi, masyarakat tengah berburu hama tikus yang merusak tanaman padi masyarakat, bahkan akibat serangan hama tikus petani mengalami gagal panen dan kerugian yang cukup besar. 

Painan,Agus 2017- Ratusan masyarakat Nagari  Ampuan  Lumpo kecamatan IV Jurai Pessel melaksanakan syukuran dan zikir bersama  sebagai bentuk tolak bala, kegiatan tersebut dilakukan agar tanaman padi mereka terhindar dari ancaman serangkan hama seperti, tikus, wereng, hama babi dan keong mas, kemudian  berharap agar hasil panen padi  mendatang membuahkan hasil yang maksimal

Dalam kegiatan tersebut dipandu oleh 4 orang khalifahnya yaitu,Ustad Syahrun,ustad Sabri,ustad Basahir dan ustad Jukan serta  dihadiri oleh Muspika kecamatan IV Jurai, wali nagari Ampuan Syarial  serta diikuti oleh ratusan  peserta antara lain, tokoh agama dan berbegai element masyarakat nagari  setempat ,Rabu(9/8)

Wali nagari Ampuan Lumpo Syahrial mengatakan, tradisi tolak bala ini  merupakan tradisi masyarakat  memohon kepada sang pecinta agar tanaman padi mereka  terhindar dari  serangan hama perusak tanaman, pasalnya akibat serangkan hama sejak beberapa tahun belakangan ini masyarakat nyaris gagal panen dan  mengalami rugi, kemudian  hasil produksi yang diperoleh sangat sedikit, kondisi ini  tidak sesuai dengan yang harapan masyarakat tani di daerah ini.

Menurut Syahrial, sejak beberapa tahun belakangan ini para petani mengalami kerugian yang cukup besar bahkan sebagian petani enggan mengarap lahan mereka usai panen, pasalnya takut gagal penen lagi,  jangan petani beruntung, untuk biaya pengarapan sawah saja tidak kembali, maka saat ini  masyarakat sepakat melaksanakan kegiatan tolak bala  agar padi mereka  bisa selamat dari ancaman serangan hama perusak tanaman padi, katanya

Upaya untuk mengatasi kerugian, para petani menterapkan pola tanam serentak dalam suatu hamparan sawah, setidaknya akan mampu  mengatasi serangan hama, bila pola tanam dilakukan tompang tindih secara individu, di khuwatirkan  tidak bakal panen,  hal tersebut akan memperburuk ekonomi masyarakat, pasalnya hasil produksi padi merupakan mata rantai kehidupan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Camat kecamatan IV Jurai Pessel Salman Alfarisi Brutu mengharapkan kepada petani, upaya mengatasi serangan hama perlu dilakukan pembersihan lingkungan areal persawahan agar pematang sawah tidak bersarang tikus, lingkungan areal sawah yang bersih  hama tikus tidak akan bersarang dan berkembang biak. ( 10).

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar