Selasa, 24 Oktober 2017/3 Safar 1439 H|09:19 WIB
Anda berada di: Berita
Banner Atas

Berita

Meningkatkan harga jual buah pinang di berbagai pasar tradisional di Pessel,..

Meningkatkan harga  jual buah pinang di berbagai pasar tradisional di Pessel, petani mulai bergairah

; komoditi buah pinang setalah dikupas tengah dikeringkan oleh pemiliknya untuk di pasarkan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga 

Painan, Oktober 2017-, Para petani yang bergerak dalam sektor perkebunan buah pinang di Pessel  merasa lega, kondisi saat ini harga buah pinang mulai mengiurkan mencapai Rp 14 ribu per kg sampai dengan Rp 16 perkg di pasaran, sedangkan sebelumnya berkisar Rp 8 sampai dengan Rp 10 ribu perkg, naiknya harga buah pinang para petani mulai bergairah, apalagi ekonomi mereka semakin membaik

Salah seorang  Warga Asam Kamba  kecamatan Bayang Pessel Fatmawati 47,Senin(9/10) mengakui, hasil produksi buah pinang  cukup memberikan kontrobusi  dalam meringankan beban ekonomi keluarga, apalagi harga buah pinang yang layak di pasaran mampu mengatasi berbagai kebutuhan dalam kehidupan.

Menurutnya, komoditi buah pinang Pessel terus dilirik oleh pedagang pengumpul untuk dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan para pedagang pengumpul untuk mendapatkan buah pinang yang banyak mereka  langsung membeli kepada  petani  di nagari, sedangkan sebagian menunggu pasokan dari petani di berbagai pasar tradisional di Pessel.

Asrizal 47 salah seorang pedagang pengumpul buah pinang mengakui,harga beli  buah pinang di pasaran sangat tergantung khuwalitasnya,bila buah pinangnya dinilai baik harga beli ke petani dengan harga layak, namun masih ada para petani yang menjual buah pinang dalam kondisi masih  basah  tentu harganya agak  lebih murah dipasaran.

Wali nagari Asam Kamba Syafrudin  mengakui, saat ini minat masyarakat untuk mengembangkan tanaman pinang semakin membudaya  sebagai tanaman selingan, tingginya antusiasnya masyarakat untuk menanam buah pinang karena dinilai harga jual mampu  menambah pendapatan masyarakat selain dari hasil padi sawah,maka tak heran para petani  tetap memilih membudayakan tanaman pinang sebagai tanaman andalan ekonomi keluarga

Komodity ini, meskipun sebagai tanaman selingan artinya, tidak khusus ditanam di lahan perkebunan dalam satu hamparan, namun  tanaman ini tersebar secara terpisah dilahan perkebunan masyarakat, apalagi hasilnya produksinya cukup dapat diandalkan untuk memenuhi  kebutuhan di dalam kehidupan masyarakat petani di Pessel  (10) 

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar