Jumat, 18 Agustus 2017/25 Zulqaidah 1438 H|12:35 WIB
Anda berada di: Berita
Banner Atas

Berita

Investor Telekomunikasi Abaikan Surat Pemkab Pessel

Painan, Januari 2013.   

Keberadaan menara telekomunikasi sangat menunjang pembangunan di Kabupaten Pesisir Selatan, baik pembangunan sektor ekonomi, sosial,  budaya dan agama. Kabupaten Pesisir Selatan yang wilayahnya sangat memanjang dengan garis pantai dari utara ke selatan lebih kurang 234 km dan luas wilayah 5.749,89 Km2, memerlukan banyak menara, jumlahnya sudah mencapai sekitar 102 buah menara menurut data pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pesisir Selatan.

 Pesatnya perkembangan bisnis di bidang telekomunikasi membutuhkan penambahan menara baru untuk memperluas coverage area (area cakupan) sinyal telekomunikasi. "Penambahan baru bila tidak diatur mulai sekarang akan memberikan dampak negatif terhadap perkembangan Kabupaten Pesisir Selatan. Selain itu akan mempengaruhi aspek lingkungan, kesehatan masyarakat dan kepentingan umum", kata Syafrizal SH, Kasi yang menangani Sub Bidang  Pos dan Telekomunikasi  Bidang Kominfo dan Kehumasan pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pesisir Selatan.

 Kenyataan demikian sangat kontras dengan ketiadaan regulasi yang mengatur pembangunan menara telekomunikasi di Pesisir Selatan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan telah mengeluarkan aturan melalui Peraturan Bupati ( Perbup) No. 22 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyelenggaran dan Tata Cara Pemungutan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi.

 Pada akhir tahun 2012 peraturan ini siap untuk dijalankan, sehingga Pemkab Pesisir Selatan pada Bulan November menyurati setiap Pemilik Menara, Pengelola Menara dan Pengguna Jasa Menara yang beroperasi di Pesisir Selatan, dilampirkan Perbup No. 22 Tahun 2012. Dalam suratnya berisikan bahwa dengan keluarnya aturan baru maka setiap Penyelenggara Telekomunikasi mempedomani dan mematuhi ketentuan dalam Perbub tersebut. Pemkab juga meminta Pebisnis Telekomunikasi untuk mengirimkan data menara mereka yang ada di Pesisir Selatan.

 Pada bulan Desember Pemkab kembali melayangkan surat disertai kontak kepada 19 Pemilik, Pengelola dan Pemakai Jasa Menara untuk memberikan waktu dan kesempatan kepada Pemkab melalui Dinas Perhubungan Kominfo untuk mempresentasi Perbub tersebut, yang tempat dan waktunya diserahkan kepada Pebisnis tersebut.

 Tidak ada jawaban sampai pertengahan Januari 2013 dari Investor tersebut, Syafrizal SH melapor pada Kabid Kominfo dan Kepala Dinasnya. Kadis Perhubungan dan Kominfo melalui Kabidnya mengontak langsung pihak Penyelenggara Telekomunikasi mempertanyakan surat Pemkab yang sudah dikirim.  Pak Agung mewakili Pengguna Jasa Menara mengatakan bahwa bukan kami tidak merespon Pemkab Pesisir Selatan, tapi kami saat ini punya jadwal padat keliling Indonesia menghadiri undang Pemda-Pemda lainya. "Jadi kami juga akan menanggapi surat Pemkab Pessel", tambahnya.

 Sementara Pak Aguscahyana mewakili Pemilik Menara Bersama (Tower Group) melalui telepon selulernya kepada Kabid Kominfo Pesisir Selatan, Drs. Berlian, M.Kom menyatakan kami siap diundang ke Pesisir Selatan. "Kalau saya tidak sempat akan saya tunjuk perwakilan saya di Sumatera Barat". katanya. Kabid Kominfo menjelas bahwa bulan Februari 2013 akan kita undang semua Pebisnis Telekomunikasi yang beroperasi di Pesisir Selatan untuk membicarakan mengenai aturan Pendirian dan Retribusi  Menara Telekomunikasi. "Undangan akan dikirim bila sudah mendapat persetujuan Bapak Bupati", tambah Kabid Kominfo. (02)

Share on:

Komentar

Mayang Belina
Salido

Senin
28 Januari 2013 | 05:39:00 WIB

Bagus pak!  

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar