Pesisir Selatan
Pemkab Pesisir Selatan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan bersih, dengan cara melakukan pemilihan sampah hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ditargetkan hingga pada tahun 2025 mendatang mengurangi timbunan sampah itu, dan pemilahannya tuntas 100%. Selasa (18/8)
Kabid Pengelolaan Sampah Limbah D3 dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Darpius Indra, SH, mengatakan untuk mencapai target itu, Pemkab Pesisir Selatan mengharapkan dukungan dan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Untuk itu, komitmen dalam mengurangi timbunan sampah sampai ke TPA terpilah hingga 100% pada tahun 2025 dapat tercapai.
“Upaya itu akan tercapai, sebab sekarang sebesar 70% produksi sampah masyarakat telah terpilah. Berdasarkan hal itu, sisanya tinggal sebesar 30% lagi,” katanya di Painan.
Ia menjelaskan untuk menjalankan komitmen untuk mengurangi timbunan sampah di TPA tersebut, yakni dengan cara melakukan dua tahap proses pengurangan dan penanganan. Cara itu dianggap bagus sebagai pengurangan sampah dengan cara pembatasan sampah, pemanfaatan kembali, dan pendauran ulang.
“Sedangkan penanganan sampah dijalankan dengan tahapan pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, sampai proses akhir,” ucapnya.
Disebutkan, bahwa salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai target itu adalah dari rumah tangga masyarakat yang memiliki halaman luas. Pada pekarangan yang luas itu, dapat dibuat dua lobang untuk sampah organik dan non-organik, sehingga petugas kebersihan lebih mudah mengelola sampah sebelum diangkut ke TPA.
Dengan dilakukan pemilahan sampah tersebut tentu mempermudah kerja petugas kebersihan. Karena antara sampah organik dan non-organik tidak bercampur lagi ketika dibuang ke TPA.
Sedangkan bagi rumah yang tidak memiliki halaman yang luas, bisa dibuat biopori. Jadi sampah organik nantinya akan dimasukkan ke lobang biopori tersebut dan setelah beberapa waktu akan habis menghasilkan pupuk.
“Menurut kami upaya ini sangatlah membantu penurunan sampah pada lingkungan masyarakat di daerah ini,” ujarnya.
Lebih jauh dijelaskan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa mengelola sampah itu sangatlah penting dalam menciptakan lingkungan bersih.
Bahkan pihaknya juga sudah melakukan kesepakatan dengan Kepala OPD, camat dan wali nagari melalui rapat, supaya masyarakat mengurangi pemakaian kantong plastik, dan memberikan keranjang yang ramah lingkungan.
“Harapan kami, masyarakat bisa mengurangi pemakaian kantong plastik, apalagi saat berbelanja ke pasar. Ketika berbelanja ke pasar bisa menggunakan tas atau keranjang saja,” katanya. (01)